Pages

Sabtu, 23 Agustus 2014

FITNES

CARA BERNAFAS KRTIKA FITNES
 walau latihan beban terhitung type latihan yang aktif, bernapas juga memainkan peran mutlak. dengan ilmiah, bernapas memanglah belum dipastikan dapat merubah hasil dari latihan beban. tetapi, tehnik bernapas yang baik waktu latihan bisa menolong anda meraih hasil paling baik latihan serta menghindari anda dari risiko cedera.

yuk, simak penjelasan di bawah ini untuk pelajari selanjutnya :

ketentuan bernapas waktu lakukan latihan beban :

tarik napas ( bernapas didalam ) saat anda turunkan beban serta menghembuskan napas waktu anda mengangkat beban. contohnya, saat anda lakukan bench press, anda menghirup napas waktu anda turunkan beban serta menghembuskan napas waktu anda mengangkat beban.
bila anda tidak meyakini bagaimana aturan diatas berlaku pada 1 type latihan beban, coba tarik napas saat lempeng beban anda turunkan serta hembuskan napas saat lempeng beban dinaikan. contohnya, saat anda lakukan leg press, hembuskan napas saat anda sedang berikan beban pada kaki anda serta sebaliknya. lantas, satu nafas ( masuk serta keluar ) untuk satu repetisi.

apa yang berlangsung bila anda tidak dapat mengingat kapan mesti menarik atau menghembuskan napas ? apakah mesti menahan napas ?

baiknya janganlah, anda tak perlu menahan nafas. bila anda berhenti mengambil napas untuk seluruh repetisi, tekanan darah anda dapat meningkat dengan penting serta berikan tekanan pada jantung. anda kemungkinan dapat alami sakit kepala atau pusing.

didalam sebagian situasi, terutama waktu anda mengangkat beban yang berat, tanpa sengaja anda menutup saluran hawa ( tenggorokan serta saluran hidung ) namun tetap berupaya mengeluarkan hawa. fenomena ini dikatakan sebagai manuver valsalva.

efek dari manuver valsalva yaitu mengurangi aliran darah ke jantung. disamping itu, tekanan yang terlalu berlebih bisa bikin orang tersebut pingsan, menggumpalnya darah yang mengakibatkan darah berupaya keluar dari pembuluh darah, detak jantung yang tidak reguler sampai serangan jantung.

lantas, didalam masalah terburuk saat anda tidak dapat menarik serta mengeluarkan napas dengan benar, anda baiknya bernapas saja layaknya biasa. bernapas dengan normal tambah baik dari pada menahan napas anda. terkadang, powerlifters serta binaragawan juga menahan nafas sepanjang satu set yang amat berat, sepanjang sebagian detik, namun itu bukan hanya suatu hal yang orang awam atau weightlifter pemula mesti dikerjakan.

tak perlu cemas bila anda tidak bisa lakukan pernapasan dengan benar. diperlukan waktu untuk menguasainya. sesudah anda mempelajarinya serta membiasakan diri, anda dapat bernapas dengan benar layaknya bernapas dengan alami. mengatur napas waktu mengangkat beban amatlah mutlak. tak hanya melindungi supaya oksigen terus beredar didalam tubuh, mengatur napas juga berguna berikan hasil yang optimal waktu berolahraga.

lantas, sesudah pelajari tehnik pernapasan, anda dianjurkan janganlah menahan napas saat mengangkat beban berat, terhitung saat anda mengangkat perabot berat rumah, layaknya mebel atau lemari.

Grakan Meroda ALI MUSOBIH

Pengertian, Cara Melakukan, Dan Bentuk-bentuk Latihan Meroda


Selamat bertemu lagi di Blog Guru Penjasorkes, kali ini saya akan share tentang Pengertian, Cara Melakukan, Dan Bentuk-bentuk latihan Meroda. Kalian tentu sudah tahu bahwa dalam Olahraga senam lantai banyak sekali gerakan-gerakan yang harus dikuasai diantaranya adalah gerakan meroda. Untuk mempersingkat silahkan pelajari hal-hal yang berkaitan dengan gerakan meroda berikut ini:

Pengertian Meroda

Meroda adalah suatu gerakan ke samping, pada saat bertumpu atas kedua tangan dengan kaki terbuka lebar. Meroda dapat dilakukan dengan gerakan ke iri dan ke kanan. Gerakan meroda memerlukan koordinasi gerak yang baik. adapun Cara melakukan meroda adalah sebagai berikut:

Cara Melakukan Meroda
  • Berdiri sikap menyamping arah gerakan, kedua kaki dibuka sedikit lebar, kedua  tangan lurus ke atas serong ke samping (menyerupai huruf "V") dan pandangan ke depan.
  • Jatuhkan badan ke samping kiri, letakan telapak tangan kiri ke samping kiri, kemudian kaki kanan diangkat lurus ke atas. Setelah itu disusul dengan meletakan tangan kanan di samping tangan kiri.
  • Letakan kaki kanan ke samping kaki kiri, tangan terangkat disusul dengan meletakan kaki kiri di samping kaki kiri di samping kaki kanan.
  • Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas kembali ke posisi semula. 

Lompat jauh ali musobih

Lompat Jauh 

Materi penjas lompat jauh. Cara melakukan lompat jauh. Teknik Melakukan Lompat jauh. Tahap-tahap melakukan lompat jauh. Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat selain lompat jangkit, lompat tinggi, dan lompt tinggi galah. Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik-titik tertentu ke titik lainnya, dengan cara berlari secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan mendarat.

Materi penjas lompat jauh . Cara melakukan lompat jauh. Teknik Melakukan Lompat jauh. Tahap-tahap melakukan lompat jauh. Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat selain lompat jangkit, lompat tinggi, dan lompt tinggi galah. Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik-titik tertentu ke titik lainnya, dengan cara berlari secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan mendarat.

Sumber: http://www.to-sidrap.com/2012/10/teknik-cara-melakukan-lompat-jauh.html
Terima kasih telah menyertakan link sumber. Salam FB@Kang Moe-No.
Materi penjas Lompat jauh. Ada tiga cara sikap melayang di udara dalam lompat jauh, di antaranya:
a). Gaya jongkok (waktu melayang bersikap jongkok)
b). Gaya lenting (waktu di udara badan dilentingkan) atau gaya menggantung
c). Gaya berjalan di udara (waktu di udara kaki bergerak seolah-olah berjalan di udara).

1. Teknik Dasar Lompat Jauh
Kelangsungan dari gerak lompat jauh atau tahap tahap dalam melakukan lompat jauh dapat dibagi sebagai berikut:
a). Awalan atau ancang-ancang
b). Tumpuan atau tolakan
c). Melayang di udara
d). Mendarat di bak pasir.

Dari ke empat tahap di atas, kami akan jelaskan satu per satu di bawah ini :

a. Awalan atau ancang-ancang
Guna awalan atau ancang-ancang pada lompat jauh adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya sebelum mencapai balok tolakan. Panjang awalan untuk melaksanakan awalan lompat jauh tidak kurang dari 45 meter.

Cara melakukan awalan atau ancang-ancang lompat jauh sebagai berikut:
1) Lari ancang-ancang tergantung pada kemampuan masing-masing siswa.
2) Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum bertumpu/bertolak.
3) Pinggang diturunkan sedikit pada satu langkah akhir ancang-ancang.

b. Tumpuan
Tumpuan atau tolakan kaki harus kuat agar tercapai tinggi lompatan yang cukup tanpa kehilangan keepatan maju. Kaki ayun digerakkan secara aktif agar membantu menaikkan badan dan menjaga keseimbangan berat badan sedikit di depan titik tumpuan.

Cara melakukan tumpuan atau tolakan sebagai berikut:
1) Ayunkan paha kaki ke posisi horizontal dan dipertahankan.
2) Luruskan sendi mata kaki, lutut, dan pinggang pada waktu melakukan tolakan.
3) Bertolaklah ke depan dank ke atas
4) Sudut tolakan 45 derajat.

c. Melayang di udara
Sikap badan melayang di udara yaitu sikap setelah kaki tolak menolakkan kaki pada balok tumpuan. Badan akan dapat terangkat melayang di udara, bersamaan dengan ayunan kedua lengan ke depan atas. Tinggi dan jatuhnya hasil lompatan sangat tergantung dari besarnya kekuatan kaki tolak, dan pelompat harus meluruskan kaki tumpu selurus-lurusnya dan secepat-cepatnya.

d. Mendarat
Untuk menghindarkan pendaratan pada pantat, kepala ditundukkan dan lengan diayunkan ke depan sewaktu kaki menyentuh pasir. Titik berat badan akan melampaui titik pendaratan kaki di pasir. Kaki tidak kaku dan tegang, melainkan lemas-lentur. Maka sendi lutut harus siap menekuk pada saat yang tepat. Gerakan ini memerlukan waktu (timing) yang tepat.

Nah itulah penjelasan dari 4 tahap lompta jauh. berikut kami bahas adalah variasi variasi dalam latihan lompat jauh, cekidot:

2. Variasi Latihan Lompat Jauh
Di sini ada 6 variasi latihan dalam lompat jauh yang bisa kami share semoga bermanfaat. cekidot :
1) Latihan 1
Lakukan lompatan berturut-turut dengan kaki tolak, bertolak dan mendaratlah di atas kaki ayun yang lain, lalu melangkah dan bertolak lagi.
2) Latihan 2
Seperti latihan 1, tetapi diselingi dengan fase lari di antara tolakan.
3) Latihan 3
Dengan lari awalan 5-9 langkah, bertolak dengan gerak kombinasi yang baik dan menahan posisi ini sampai mendarat.
4) Latihan 4
Dengan awalan 5-9 langkah bertolak dengan penekanan pada angkatan dan dorongan ke atas dan menahan posisi ini sampai saat terakhir kedua kaki dibawa ke daerah pendaratan
5) Latihan 5
Dengan awalan 5-9 langkah, bertolak dengan dorongan kaki yang kuat dan lutut diangkat dan kemudian merubah posisi kaki sesaat sebelum mendarat.
6) Latihan 6
Sedikit demi sedikit menambah jarak lari awalan, melatih teknik gerakan secara lengkap (tolakan dilakukan dari tempat yang sedikit agak naik dalam rangka menyediakan waktu lebih lama di udara).

Pke, selesai lagi variasi latiha lompta jauh, lanjut lagi dengan peraturan peraturan dalam lompat jauh.

3. Peraturan Lompat Jauh
1) Lintasan awalan lompat jauh lebar minimal 1,22 m dan panjang 45 m.
2) Panjang papan tolakan 1, 22 m; lebar 20 cm dan tebal 10 cm.
3) Pada sisi dekat dengan tempat mendarat harus diletakkan papan plastisin untuk mencatat bekas kaki pelompat bila ia berbuat salah tolak sekurang-kurangnya 1 m dari tepi depan bak pasir pendaratan.
4) Lebar tempat pendaratan minimal 2, 75 m, jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m.
5) Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus sama tinggi/datar dengan sisi atas papan tolakan.

Nah itulah penjelasan tentang Tahap-tahap lompat jauh, variasi lompat jauh dan peraturan dalam lompat jauh semoga bermanfaat bagi guru guru penjas dalam memberikan materi penjas khususnya materi lompat jauh dan semoga pula bermanfaat bagi siswa siswa yang sedang dapat tugas makalah oleh guru kesayangannya wkwk, semoga artikel ini bisa bermanfaat. Amin. jangan lupa berkomentar jika ada tambahan dari soba.

Lompat jangkit -=09 Ali musobih

Teknik Dasar Lompat Jangkit 
(Awalan, Tolakan, Pendaratan)



Teknik Dasar Lompat Jangkit (Awalan, Tolakan, Pendaratan) - Lompat jangkit yang disebut juga lompat tiga adalah nomor lompat yang melibatkan tiga gerakan yang dilakukan secara berurutan dan menjadi satu kesatuan. Ketiga gerakan tersebut yaitu jingkat (hop), langkah (step), dan lompat (jump). Akhir gerakan adalah mendarat di kotak berisi pasir seperti pada lompat jauhLompat jangkit membutuhkan kecepatan dan kelenturan. Jadi, selain seorang sprinter yang handal, atlet lompat jangkit juga harus memiliki kekuatan otot dan kelenturan.

1 . Teknik Dasar Lompat Jangkit

Secara garis besar ada tiga fase gerakan pada lompat jangkit, yaitu awalan, tolakan, dan pendaratan. Namun, tolakan ini meliputi tiga hal, yaitu tolakan untuk berjingkat, tolakan untuk melangkah, dan tolakan untuk melompat. Berikut ini diuraikan langkah-langkah sebagai panduan untuk kalian dalam melakukan lompat jangkit.

a. Awalan

Jarak lintasan untuk melaksanakan awalan tidak kurang dari 45 meter. Berikut ini cara melakukan awalan padalompat jangkit.

1) Lari awalan bervariasi, bergantung pada kemampuan masingmasing siswa.
2) Percepatlah lari awalan sedikit demi sedikit sebelum bertolak.
3) Turunkan pinggang sedikit pada satu langkah akhir awalan.

b. Tolakan

Tolakan kaki harus kuat dan dijaga agar tidak mengurangi kecepatan gerak
ke depan. Tiga teknik tolakan berikut ini harus kalian pelajari sehingga kalian
dapat menguasai gerakan lompat jangkit secara keseluruhan.

1) Tolakan sebelum berjingkat

  • Pilihlah kaki terkuat untuk bertolak, lalu mendarat dengan aktif dan siap melakukan dorongan kaki ke depan. Ayunkan paha kaki yang satunya keposisi horizontal.
  • Lakukan tolakan ke depan dan ke atas.
  • Tariklah kaki yang bertolak ke arah depan - atas, sedangkan kaki satunya ditarik ke arah bawah - belakang (gerakan jingkat).

2) Tolakan sebelum melangkah
  • Lakukan tolakan dengan cepat dengan salah satu kaki, dimana posisi mata kaki, sendi lutut dan pinggang diluruskan. Paha kaki satunya diayunkan ke posisi horizontal.
  • Gerak langkah akan diikuti oleh gerak lompat. Oleh karena itu, posisi bertolak ketika gerak langkah dipertahankan untuk selanjutnya melakukan lompat. Caranya, luruskan kaki yang tidak untuk bertolak ke arah depan dan bawah.




3) Tolakan sebelum melompat

  • Lakukan tolakan dengan cepat, paha kaki yang tidak untuk bertolak diayunkan ke posisi horizontal.
  • Ketika fase melayang melibatkan teknik menggantung atau teknik melangkah. Ini untuk lompat yang jauh.
  • Tariklah posisi badan ke arah depan - bawah sebagai persiapan mendarat, tariklah lengan ke depan.




c. Pendaratan

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mendarat pada lompat jangkit.
  • Mengangkat kedua kaki lurus ke depan.
  • Membungkukkan badan ke depan dan memindahkan kedua lengan dari atas ke depan
  • Ketika mendarat, kedua kaki mengeper, yaitu kedua lutut agak ditekuk.
  • Memindahkan badan ke depan, kepala ditundukkan dan kedua lengan dibawa ke depan.


2 . Kesalahan Umum dalam Lompat Jangkit

Dalam lompat jangkit ada beberapa hal yang harus dihindari dan yang harus dilakukan. Tindakan yang harus dihindari adalah melakukan pendaratan dengan tumit dan kaku; take off yang kurang sempurna; gerakan badan yang pendek, mendadak, dan menyilang tubuh; serta badan condong terlalu jauh ke depan. 

Sementara itu, tindakan yang harus dilakukan antara lain mendarat dengan seluruh telapak kaki dan rileks, melakukan dorongan ke depan dan ke atas, gerak lengan secara luas namun tetap terkoordinir, dan posisi togok dijaga selalu tegak. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, berbagai kesalahan dalam lompat jangkit, seperti yang ditunjukkan oleh Tabel, dapat diminimalisasi.


No

Kesalahan-kesalahan

Perbaikan


1

Langkah dalam run-up (awalan) tersendat-sendat. Run-up tidak teratur.

Berlatih run-up dan memperkirakan penempatan tanda jarak pada run-up.


2

Posisi tubuh terlalu miring ke belakang saat take off.

Berlatih run-up dan take-off, serta mengusahakan take off yang cepat dan datar. Kaki yang melakukan take off agak ditekuk, badan ditegakkan, dan pandangan ke depan. Berkonsentrasi pada lintasan yang rendah dan datar.


3

Gerak berjingkat terlalu tinggi dan jauh. Pelompat “tenggelam” pada akhir gerak dan tidak memiliki daya gerak untuk melangkah dan melompat


Berlatih lompatan, jingkat, dan langkah memantul dengan posisi tubuh tegak atau agak dimiringkan ke depan pada saat take off.

4

Kaki yang melompat dibiarkan menggantung atau menarik saat berjingkat.

Urutan gerakan adalah memantul, melompat, dan melangkah, menekankan pada gerak paha kaki yang melompat ke depan dan atas.


5

Mendarat pada ujung jari kaki pada akhir gerak jingkat atau langkah. Selain itu, pendaratan menimbulkan rasa sakit.

Pendaratan ditekankan dengan telapak kaki yang datar. Melakukan gerakan mencakar dengan kaki “menarik” permukaan ke belakang dengan kaki yang menopang pada akhir gerak jingkat atau lompatan.


6

Gerakan tangan pada setiap lompatan salah dan sembarangan

Lompat jangkit diulangi dari posisi berdiri, dengan penekanan pada ayunan tangan yang kuat pada saat take off ketiga lompatan. Pilihlah gerakan tangan bergantian atau ganda.


7

Langkah sangat pendek dan tidak ada gerakan untuk menambah jarak

Berlatih lompatan berulang dengan tekanan pada gerakan tangan dan kaki yang kuat. Caranya, paha digerakkan ke depan atas hingga posisi horizontal.

8

Lompatan menjadi lemah dan pendek setelah fase berjingkat dan melangkah.

Berlatih urutan berjingkat dan melangkah, dengan menggunakan run-up pendek. Tekankan pada kesinambungan kecepatan horizontal.